Minggu, 09 Oktober 2016

Hay Silvia Solihah !

Hay sayangku . . .
Apa kabarmu setelah tiadanya aku lagi dalam keseharianmu ?
Apa kamu baik-baik saja ?
Atau mungkin jauh lebih baik setelah tidak adanya aku yg selalu mengusikmu . . .
Ini keputusan terberat yg pernah aku lakukan sepanjang perjalanan kita , ya aku memilih untuk mengakhiri semuanya demi kebahagiaanmu .
Demi tercapainya apa yg kamu inginkan , keinginan-keinginanmu yg tertunda ketika aku ada .
Bagaimana dengan "jati dirimu" apa sudah bertemu?
Apa sudah ada seseorang yg membuat kamu merasa menjadi wanita seutuhnya?
Tetaplah seperti sekarang , menjadi wanita yg mulai bangkit menjadi lebih baik .
Semuanya indah sayang , bahkan begitu indah ketika aku bisa melihatmu segera menemukan penggantiku . Aku telah melakukan yg terbaik yg aku punya selama mengurusmu , semoga kepergianku ini mengajarkan banyak hal untukmu.
Syukuri dan jaga sehingga ia merasa selalu beruntung didekatmu .
Dunia berputar sayang , mungkin hari ini aku sabar , aku mencintaimu dan selalu memberimu kebebasan . Tapi esok? Tak ada yg menjamin aku masih bisa berdiri disampingmu dan mengurus segala keperluanmu lagi (seperti saat perpisahan kita ini) . .
Cukup aku pria terakhir yg selalu kau biarkan air matanya menetes .
Cukup aku pria terakhir yg selalu kau biarkan menahan rindu yg begitu luar biasa terhadapmu .
Aku sudah melihat penggantiku , dia kah orangnya ? Diakah yg lebih baik dari aku ? Diakah yg bisa selalu membuatmu tersenyum? Diakah yg bisa menjadi imam mu kelak? Aku berharap hati dan caranya mengurusmu setampan parasnya sayang .
Sekalipun aku begitu membenci kamu dan perpisahan ini , tapi aku sama sekali tidak menginginkan kamu sedih , kecewa bahkan terluka karenanya . .
Sampaikan padanya bahwa aku adalah orang pertama yg akan terluka jika dia menyakitimu .
Aku begitu mencintaimu sayang, maka dari itu aku tdk menginginkan siapapun mengusik kebahagiaanmu sekalipun itu "diriku" sendiri .
Kepergianku adalah bahagiamu bukan? Aku pergi bukan karena aku sudah tidak lagi menyayangimu, aku pergi karena aku sudah merasa tidak sanggup untuk mengurusmu .
Aku terlalu lelah dengan semua yg kamu lakukan, aku sudah tidak bisa lagi bersabar menunggu, menunggu waktu dimana kamu sudah berubah menjadi yg lebih baik .
Bukan itu perkaranya sayang , cari dan sayangilah pria yg begitu mencintaimu . Yg bisa mengurusmu jauh lebih baik dari aku . Yg bisa menuntunmu menjadi wanita yg hebat . wanita yg bisa dibanggakan bukan hanya dari kecantikannya saja . wanita yg mampu membuat pria nya selalu merasa nyaman dan tersenyum tanpa setetespun air matanya jatuh karenamu .
Terlalu munafik kalau aku bilang saat ini aku baik-baik saja . Aku hancur , aku sedih bahkan aku sempat menyesal dengan keputusan yg aku buat ini .
Tapi . . Semua sirna , semua hilang ketika aku melihat bahwa kamu sangat bahagia saat aku sudah tidak lagi ada dihidupmu . Ya mungkin inilah yg terbaik, ini yg memang harus kita jalani ketika kita sudah tidak bisa menyatukan prinsip kita lagi .
Aku begitu mencintaimu , sampai ketika kita sudah berpisah seperti ini aku tetap mengkhawatirkanmu . Siapa yg sekarang memaksamu untuk pulang kerja tepat waktu? Siapa yg mengingatkanmu untuk melalukan kewajibanmu sebagai seorang muslim? Siapa yg memarahimu ketika kamu bermain hingga pagi dan menyalahkan aturan tidur yg semestinya? Siapa yg tak sungkan untuk membersihkan kotoran" ditelingamu? siapa yg akan menguatkanmu ketika masalah- masalahmu mulai membuatmu menyerah ? Siapa yg bisa menyemangatimu kembali ketika keadaan sedang tidak baik ? Aku percaya bahwa pria itu bisa melakukan yg lebih baik dari aku . Lebih membuatmu merasa nyaman karena mungkin ia tidak seribet dan secerewet aku dalam mengurusmu :p
Terimakasih untuk semua waktu dan kasih sayangmu selama bersama aku . Aku butuh banyak waktu untuk mengubur semua kenangan dan mimpi-mimpi kita.

Selamat tinggal wanita hebatku, selamat membuka kisah baru tanpa adanya aku dihidupmu lagi . .


I Love You more "Silvia Solihah"

With Love "May"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar