Minggu, 09 Oktober 2016

Hay Mantan !

Untuk kamu, Yang sempat hadir.

Apa kabar ?
Sudah lama kita tak jumpa.
Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak.
Aku maklumi itu semua.
Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak.
Untuk apa...
Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu.
Tak pernahkah kau merasakannya juga? Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Percayalah...
Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai.
Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan.
Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Maaf aku sempat membuatmu muak dengan sikapku dulu.
Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah.
Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya.
Perjalanan kita amat sangat lucu. Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya.
Aku sedang tersenyum, percayalah.
Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.
Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin?
Haha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak"an lagi.
Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis.
Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

Untuk kamu, yang sempat hadir
Aku merasa cukup. Dan aku pergi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar