Hai masa lalu..
Bagaimana kabarmu?
Aku harap kamu baik-baik
saja seperti dulu saat aku selalu menangisimu
kau nampak begitu senang.
Aku dengar kau
mengharapkanku menangisimu lagi !?
Aku
tersenyum mendengar keinginanmu itu, karna
itu takan pernah aku lakukan lagi.
Hai masa lalu..
Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui..
Karenamu aku meneteskan air mata, padahal
aku ingin tersenyum..
Karenamu aku banyak sia-siakan waktu hanya
untuk hal yang tidak berguna, padahal jika
tidak aku sia-siakan, waktu akan sangat
berpengaruh untuk kesuksesan hidupku..
Karenamu aku tidak merasakan keindahan
dunia disekelilingku, padahal jika aku
nikmati, alam ini memang begitu indah..
Karenamu saat aku sendiri selalu diiringi rasa
gelisah, padahal ketika aku sendiri
seharusnya aku gunakan untuk berkarya
dalam bidang yang aku sukai..
Tapi ada beberapa hal juga yang harus kamu
ketahui..
Karenamu aku dapat memetik pelajaran yang
berharga dalam hidupku, walaupun awalnya
aku hanya dapat memetik kesedihan darimu..
Karenamu aku bisa bangkit, walaupun
awalnya aku merasa terjatuh..
Karenamu aku dapat tersenyum, walaupun
awalnya aku menangis..
Dan Karenamu aku bisa lebih hati-hati dalam
menginjakkan langkah jalan hidupku,
walaupun awalnya aku terperosok pada suatu
lubang kesalahan...
Hai masa lalu..
Aku terlalu kuat untuk kau
hancurkan..
Kau salah memilih orang jika kau
mengharapkan aku selalu bersedih karenamu.
Lihatlah aku sekarang, aku lebih berani, lebih
damai, lebih menikmati hidup ini..
Carilah orang
lain yang bisa kau lumpuhkan..
Hai masa lalu..
Sebaiknya kita bersahabat saja..
Karena “Bersahabat dengan masa lalu” lebih
enak didengar daripada “Bermusuhan dengan
masa lalu”.
Minggu, 09 Oktober 2016
Hay Mawar Merahku !
Aku cuma seonggok kayu bakar..
yang telah kau pungut dari pelosok belantara tak bertuan Kucoba tuk menghidupkan api yang kau pinta tuk menghangatkan hatimu yang terbungkus salju..
Aku tak lebih hanya sehelai daun..
yang tiba-tiba jatuh dipekarangan rumahmu kemudian kau selipkan ditelinga hatimu..
Aku tak mampu menjadi sumbu..
yang dapat menghangatkan jiwamu dengan sempurna..
Aku pun tak sanggup menjelma menjadi tanaman hias..
yang senantiasa bisa menghibur hatimu dikala sendu..
Aku hanya ingin mencari kesederhanaan..
sebuah perasaan yang bisa kuabadikan dan kubawa sampai mati.
Karena aku ini cuma rumput liar yang tumbuh tak terawat ditepi jalan sempit..
Meski begitu, aku tetap berusaha untuk mematangkan hatiku laksana api kayu bakar tuk dapat memangku hatimu dipangkuanku..
Aku pun berusaha tuk tumbuh menjadi tunas baru nan syahdu..
bak dedaunan dimusim semi yang setiap pagi kau sirami..
Namun bila semua itu tak mampu membalikkan matahari yang kau punya..
maka maafkan daku duhai mawar merahku bila aku tak seperti yang kau minta..
Karena Aku...
Adalah Aku...
yang telah kau pungut dari pelosok belantara tak bertuan Kucoba tuk menghidupkan api yang kau pinta tuk menghangatkan hatimu yang terbungkus salju..
Aku tak lebih hanya sehelai daun..
yang tiba-tiba jatuh dipekarangan rumahmu kemudian kau selipkan ditelinga hatimu..
Aku tak mampu menjadi sumbu..
yang dapat menghangatkan jiwamu dengan sempurna..
Aku pun tak sanggup menjelma menjadi tanaman hias..
yang senantiasa bisa menghibur hatimu dikala sendu..
Aku hanya ingin mencari kesederhanaan..
sebuah perasaan yang bisa kuabadikan dan kubawa sampai mati.
Karena aku ini cuma rumput liar yang tumbuh tak terawat ditepi jalan sempit..
Meski begitu, aku tetap berusaha untuk mematangkan hatiku laksana api kayu bakar tuk dapat memangku hatimu dipangkuanku..
Aku pun berusaha tuk tumbuh menjadi tunas baru nan syahdu..
bak dedaunan dimusim semi yang setiap pagi kau sirami..
Namun bila semua itu tak mampu membalikkan matahari yang kau punya..
maka maafkan daku duhai mawar merahku bila aku tak seperti yang kau minta..
Karena Aku...
Adalah Aku...
Hay SS !
Saat aku sudah tidak berharap, apa mungkin
engkau bisa membangun kembali harapan yg
sudah terlanjur kau kecewakan itu?
Saat aku sudah tidak percaya, apa mungkin engkau bisa membangun kembali kepercayaan yg sudah terlanjur kau kecewakan itu?
Saat aku sudah tidak yakin, apa mungkin engkau bisa membangun kembali keyakinan hubungan ini yg sudah terlanjur kau kecewakan dan kau hancurleburkan itu?
Saat aku merasa sudah tidak membutuhkanmu lagi, apa mungkin kau bisa ada (kembali) saat aku membutuhkanmu, karena sebelumnya kau sudah menghancurkan harapanku terhadapmu ~ Saat aku sudah tidak bisa mengimbangimu, apa mungkin kau akan menyeimbangkan hatiku seperti dulu padamu?
Saat aku sudah tidak mengertimu lagi, apa mungkin aku bisa membuatmu mengerti kembali, karena kaupun akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu, mengabaikan pengertianku ~ Setidaknya kamu harus sadar bahwa membuat kekecewaan itu lebih mudah daripada menghilangkannya.
Kekecewaan bukan untuk diingat terus-menerus, melainkan akan terus teringat begitu saja, karena kekecewaan adalah perpaduan antara pikiran dan hati.
Bisakah kau ajari aku untuk menghilangkan rasa kecewa yg telah kau perbuat?
Bisakah kau bantu aku untuk melupakan kekecewaan yg selalu aku ingat?
Mungkin aku masih sangat membutuhkanmu karena kamu adalah obat dari kekecewaanku ini..
Thankyou for loving me..
Yesterday, today and everyday! Even for tomorrow , I would know I'm gonna miss u more and more each day and night I Love You SS
Saat aku sudah tidak percaya, apa mungkin engkau bisa membangun kembali kepercayaan yg sudah terlanjur kau kecewakan itu?
Saat aku sudah tidak yakin, apa mungkin engkau bisa membangun kembali keyakinan hubungan ini yg sudah terlanjur kau kecewakan dan kau hancurleburkan itu?
Saat aku merasa sudah tidak membutuhkanmu lagi, apa mungkin kau bisa ada (kembali) saat aku membutuhkanmu, karena sebelumnya kau sudah menghancurkan harapanku terhadapmu ~ Saat aku sudah tidak bisa mengimbangimu, apa mungkin kau akan menyeimbangkan hatiku seperti dulu padamu?
Saat aku sudah tidak mengertimu lagi, apa mungkin aku bisa membuatmu mengerti kembali, karena kaupun akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu, mengabaikan pengertianku ~ Setidaknya kamu harus sadar bahwa membuat kekecewaan itu lebih mudah daripada menghilangkannya.
Kekecewaan bukan untuk diingat terus-menerus, melainkan akan terus teringat begitu saja, karena kekecewaan adalah perpaduan antara pikiran dan hati.
Bisakah kau ajari aku untuk menghilangkan rasa kecewa yg telah kau perbuat?
Bisakah kau bantu aku untuk melupakan kekecewaan yg selalu aku ingat?
Mungkin aku masih sangat membutuhkanmu karena kamu adalah obat dari kekecewaanku ini..
Thankyou for loving me..
Yesterday, today and everyday! Even for tomorrow , I would know I'm gonna miss u more and more each day and night I Love You SS
Hay Kamu !
Ya Allah..
Berikanlah kesehatan untuknya..
Aku tahu, dia tak pernah menginginkanku..
Dia tak pernah peduli kepadaku..
Tapi aku begitu peduli dengannya..
Peluk dia dalam kesehatan ya Robb…
Biarkan dia berada dalam jalan kebaikan..
Jika senyumnya mampu mengurai sejuta resahku..
Kembalikan senyum indah itu untuknya…
Aku tak tau..
Cinta ini begitu kuat..
Cinta ini seperti mengikat..
Aku bahkan merasakan apa yang ia rasakan..
Ya Allah..
Hanya engkau yang mengetahui segala hal Ghaib..
Jika ia memang jodohku..
dekatkanlah dia denganku..
atas dasar kebaikan, untuk kebaikan dan dalam kebaikan..
Kabulkanlah Doaku ya Rabb Tuhan yang maha mambolak-balikkan hati..
Cinta ini hanya sebagai penghias hidup..
Dan dia.. adalah senyum terakhir untuk saat ini..
Berikanlah kesehatan untuknya..
Aku tahu, dia tak pernah menginginkanku..
Dia tak pernah peduli kepadaku..
Tapi aku begitu peduli dengannya..
Peluk dia dalam kesehatan ya Robb…
Biarkan dia berada dalam jalan kebaikan..
Jika senyumnya mampu mengurai sejuta resahku..
Kembalikan senyum indah itu untuknya…
Aku tak tau..
Cinta ini begitu kuat..
Cinta ini seperti mengikat..
Aku bahkan merasakan apa yang ia rasakan..
Ya Allah..
Hanya engkau yang mengetahui segala hal Ghaib..
Jika ia memang jodohku..
dekatkanlah dia denganku..
atas dasar kebaikan, untuk kebaikan dan dalam kebaikan..
Kabulkanlah Doaku ya Rabb Tuhan yang maha mambolak-balikkan hati..
Cinta ini hanya sebagai penghias hidup..
Dan dia.. adalah senyum terakhir untuk saat ini..
Hay Rindu !
Bukankah kalau benar rindu kau akan datang
padaku ?
Maka aku diam ditempat ini menunggumu datang.
Membawaku pergi dari sendiri karena aku sedang tak punya daya untuk kemana- mana.
Aku butuh kamu untuk menghadapi kenyataan yang tak begitu baik.
Bukankah kalau benar rindu kau akan mencariku ?
Maka aku diam ditempat ini menunggu kamu temukan.
Aku sengaja tak bilang aku dimana, karena kamupun tak pernah bertanya.
Aku tahu, ini bukan berarti kamu tak menyayangiku lagi justru kau..
Kau sedang semakin menyayangiku..
Kau begitu takut kehilangan dirimu sendiri karena terlalu menyayangiku..
Aku tak apa, aku mengerti Cintaku,
mereka tak akan mengikatmu Cintaku,
mereka mau kau bebas dengan caramu Cintaku,
mereka terlalu percaya..
Terlalu percaya bahwa kau baik
Dan aku tak mengapa, aku mengerti karena cintaku,
mereka setia walau diam ,
mereka tetap hanya memikirkan kebahagiaanmu saja..
Pulanglah, temukan aku..
Bila kau telah ingin aku ditempat ini, diam..
Menunggu mu datang..
Karena rinduku, mereka pun setia..
Setia menunggumu pulang kepelukannya..
Maka aku diam ditempat ini menunggumu datang.
Membawaku pergi dari sendiri karena aku sedang tak punya daya untuk kemana- mana.
Aku butuh kamu untuk menghadapi kenyataan yang tak begitu baik.
Bukankah kalau benar rindu kau akan mencariku ?
Maka aku diam ditempat ini menunggu kamu temukan.
Aku sengaja tak bilang aku dimana, karena kamupun tak pernah bertanya.
Aku tahu, ini bukan berarti kamu tak menyayangiku lagi justru kau..
Kau sedang semakin menyayangiku..
Kau begitu takut kehilangan dirimu sendiri karena terlalu menyayangiku..
Aku tak apa, aku mengerti Cintaku,
mereka tak akan mengikatmu Cintaku,
mereka mau kau bebas dengan caramu Cintaku,
mereka terlalu percaya..
Terlalu percaya bahwa kau baik
Dan aku tak mengapa, aku mengerti karena cintaku,
mereka setia walau diam ,
mereka tetap hanya memikirkan kebahagiaanmu saja..
Pulanglah, temukan aku..
Bila kau telah ingin aku ditempat ini, diam..
Menunggu mu datang..
Karena rinduku, mereka pun setia..
Setia menunggumu pulang kepelukannya..
Hay Panda !
Panggil lah aku gila..
karena pernah begitu menyayangimu.
Tapi sungguh, aku bahkan pernah menyayangimu tanpa perlu melihatmu begini dan begitu.
Panggil lah aku gila..
karena pernah begitu merindukanmu.
Tapi sungguh, aku bahkan pernah merindukanmu tanpa perlu berusaha begini dan begitu.
Rindu begitu saja..
Sayang begitu saja..
Mungkin aku memang sudah gila.
Kegilaan yang, membuatku lebih menyukai hidupku sendiri.
Karena apa? Karena ada kamu di dalamnya.
Karena kamu duduk di sudut hati yang biasanya sunyi.
Karena kamu terjaga di peluk rasa yang biasanya terlupa..
Ya, karena ada kamu..
Hidupku terasa lebih berwarna..
Warna kesukaanmu, bahkan bisa menjadi warna kesukaanku tanpa alasan.
Mimpi-mimpimu, bahkan bisa masuk ke dalam doaku tanpa kurencanakan.
Suka begitu saja..
Mendoakanmu begitu saja..
Tapi panggil lah aku gila..
karena pernah begitu membencimu..
Tapi sungguh, aku bahkan pernah memaafkanmu tanpa perlu alasan ini dan itu.
Tapi panggil lah aku gila..
karena pernah begitu melukaimu..
Tapi sungguh, aku bahkan pernah menangisimu tanpa perlu menyesali ini dan itu.
Maka panggil lah kita gila..
Karena bahkan kini bisa bersikap seperti dua orang yang tak pernah saling menyapa..
Tak pernah saling bercerita..
Tak pernah saling berjanji..
Tak pernah Saling ada..
*Panda
karena pernah begitu menyayangimu.
Tapi sungguh, aku bahkan pernah menyayangimu tanpa perlu melihatmu begini dan begitu.
Panggil lah aku gila..
karena pernah begitu merindukanmu.
Tapi sungguh, aku bahkan pernah merindukanmu tanpa perlu berusaha begini dan begitu.
Rindu begitu saja..
Sayang begitu saja..
Mungkin aku memang sudah gila.
Kegilaan yang, membuatku lebih menyukai hidupku sendiri.
Karena apa? Karena ada kamu di dalamnya.
Karena kamu duduk di sudut hati yang biasanya sunyi.
Karena kamu terjaga di peluk rasa yang biasanya terlupa..
Ya, karena ada kamu..
Hidupku terasa lebih berwarna..
Warna kesukaanmu, bahkan bisa menjadi warna kesukaanku tanpa alasan.
Mimpi-mimpimu, bahkan bisa masuk ke dalam doaku tanpa kurencanakan.
Suka begitu saja..
Mendoakanmu begitu saja..
Tapi panggil lah aku gila..
karena pernah begitu membencimu..
Tapi sungguh, aku bahkan pernah memaafkanmu tanpa perlu alasan ini dan itu.
Tapi panggil lah aku gila..
karena pernah begitu melukaimu..
Tapi sungguh, aku bahkan pernah menangisimu tanpa perlu menyesali ini dan itu.
Maka panggil lah kita gila..
Karena bahkan kini bisa bersikap seperti dua orang yang tak pernah saling menyapa..
Tak pernah saling bercerita..
Tak pernah saling berjanji..
Tak pernah Saling ada..
*Panda
Hay Mantan !
Untuk kamu, Yang sempat hadir.
Apa kabar ?
Sudah lama kita tak jumpa.
Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak.
Aku maklumi itu semua.
Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak.
Untuk apa...
Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu.
Tak pernahkah kau merasakannya juga? Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Percayalah...
Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai.
Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan.
Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Maaf aku sempat membuatmu muak dengan sikapku dulu.
Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah.
Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya.
Perjalanan kita amat sangat lucu. Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya.
Aku sedang tersenyum, percayalah.
Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.
Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin?
Haha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak"an lagi.
Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis.
Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu, yang sempat hadir
Aku merasa cukup. Dan aku pergi...
Apa kabar ?
Sudah lama kita tak jumpa.
Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak.
Aku maklumi itu semua.
Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak.
Untuk apa...
Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu.
Tak pernahkah kau merasakannya juga? Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Percayalah...
Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai.
Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan.
Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Maaf aku sempat membuatmu muak dengan sikapku dulu.
Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah.
Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya.
Perjalanan kita amat sangat lucu. Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya.
Aku sedang tersenyum, percayalah.
Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.
Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin?
Haha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak"an lagi.
Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis.
Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu, yang sempat hadir
Aku merasa cukup. Dan aku pergi...
Hay Silvia Solihah !
Hay sayangku . . .
Apa kabarmu setelah tiadanya aku lagi dalam keseharianmu ?
Apa kamu baik-baik saja ?
Atau mungkin jauh lebih baik setelah tidak adanya aku yg selalu mengusikmu . . .
Ini keputusan terberat yg pernah aku lakukan sepanjang perjalanan kita , ya aku memilih untuk mengakhiri semuanya demi kebahagiaanmu .
Demi tercapainya apa yg kamu inginkan , keinginan-keinginanmu yg tertunda ketika aku ada .
Bagaimana dengan "jati dirimu" apa sudah bertemu?
Apa sudah ada seseorang yg membuat kamu merasa menjadi wanita seutuhnya?
Tetaplah seperti sekarang , menjadi wanita yg mulai bangkit menjadi lebih baik .
Semuanya indah sayang , bahkan begitu indah ketika aku bisa melihatmu segera menemukan penggantiku . Aku telah melakukan yg terbaik yg aku punya selama mengurusmu , semoga kepergianku ini mengajarkan banyak hal untukmu.
Syukuri dan jaga sehingga ia merasa selalu beruntung didekatmu .
Dunia berputar sayang , mungkin hari ini aku sabar , aku mencintaimu dan selalu memberimu kebebasan . Tapi esok? Tak ada yg menjamin aku masih bisa berdiri disampingmu dan mengurus segala keperluanmu lagi (seperti saat perpisahan kita ini) . .
Cukup aku pria terakhir yg selalu kau biarkan air matanya menetes .
Cukup aku pria terakhir yg selalu kau biarkan menahan rindu yg begitu luar biasa terhadapmu .
Aku sudah melihat penggantiku , dia kah orangnya ? Diakah yg lebih baik dari aku ? Diakah yg bisa selalu membuatmu tersenyum? Diakah yg bisa menjadi imam mu kelak? Aku berharap hati dan caranya mengurusmu setampan parasnya sayang .
Sekalipun aku begitu membenci kamu dan perpisahan ini , tapi aku sama sekali tidak menginginkan kamu sedih , kecewa bahkan terluka karenanya . .
Sampaikan padanya bahwa aku adalah orang pertama yg akan terluka jika dia menyakitimu .
Aku begitu mencintaimu sayang, maka dari itu aku tdk menginginkan siapapun mengusik kebahagiaanmu sekalipun itu "diriku" sendiri .
Kepergianku adalah bahagiamu bukan? Aku pergi bukan karena aku sudah tidak lagi menyayangimu, aku pergi karena aku sudah merasa tidak sanggup untuk mengurusmu .
Aku terlalu lelah dengan semua yg kamu lakukan, aku sudah tidak bisa lagi bersabar menunggu, menunggu waktu dimana kamu sudah berubah menjadi yg lebih baik .
Bukan itu perkaranya sayang , cari dan sayangilah pria yg begitu mencintaimu . Yg bisa mengurusmu jauh lebih baik dari aku . Yg bisa menuntunmu menjadi wanita yg hebat . wanita yg bisa dibanggakan bukan hanya dari kecantikannya saja . wanita yg mampu membuat pria nya selalu merasa nyaman dan tersenyum tanpa setetespun air matanya jatuh karenamu .
Terlalu munafik kalau aku bilang saat ini aku baik-baik saja . Aku hancur , aku sedih bahkan aku sempat menyesal dengan keputusan yg aku buat ini .
Tapi . . Semua sirna , semua hilang ketika aku melihat bahwa kamu sangat bahagia saat aku sudah tidak lagi ada dihidupmu . Ya mungkin inilah yg terbaik, ini yg memang harus kita jalani ketika kita sudah tidak bisa menyatukan prinsip kita lagi .
Aku begitu mencintaimu , sampai ketika kita sudah berpisah seperti ini aku tetap mengkhawatirkanmu . Siapa yg sekarang memaksamu untuk pulang kerja tepat waktu? Siapa yg mengingatkanmu untuk melalukan kewajibanmu sebagai seorang muslim? Siapa yg memarahimu ketika kamu bermain hingga pagi dan menyalahkan aturan tidur yg semestinya? Siapa yg tak sungkan untuk membersihkan kotoran" ditelingamu? siapa yg akan menguatkanmu ketika masalah- masalahmu mulai membuatmu menyerah ? Siapa yg bisa menyemangatimu kembali ketika keadaan sedang tidak baik ? Aku percaya bahwa pria itu bisa melakukan yg lebih baik dari aku . Lebih membuatmu merasa nyaman karena mungkin ia tidak seribet dan secerewet aku dalam mengurusmu :p
Terimakasih untuk semua waktu dan kasih sayangmu selama bersama aku . Aku butuh banyak waktu untuk mengubur semua kenangan dan mimpi-mimpi kita.
Selamat tinggal wanita hebatku, selamat membuka kisah baru tanpa adanya aku dihidupmu lagi . .
I Love You more "Silvia Solihah"
With Love "May"
Apa kabarmu setelah tiadanya aku lagi dalam keseharianmu ?
Apa kamu baik-baik saja ?
Atau mungkin jauh lebih baik setelah tidak adanya aku yg selalu mengusikmu . . .
Ini keputusan terberat yg pernah aku lakukan sepanjang perjalanan kita , ya aku memilih untuk mengakhiri semuanya demi kebahagiaanmu .
Demi tercapainya apa yg kamu inginkan , keinginan-keinginanmu yg tertunda ketika aku ada .
Bagaimana dengan "jati dirimu" apa sudah bertemu?
Apa sudah ada seseorang yg membuat kamu merasa menjadi wanita seutuhnya?
Tetaplah seperti sekarang , menjadi wanita yg mulai bangkit menjadi lebih baik .
Semuanya indah sayang , bahkan begitu indah ketika aku bisa melihatmu segera menemukan penggantiku . Aku telah melakukan yg terbaik yg aku punya selama mengurusmu , semoga kepergianku ini mengajarkan banyak hal untukmu.
Syukuri dan jaga sehingga ia merasa selalu beruntung didekatmu .
Dunia berputar sayang , mungkin hari ini aku sabar , aku mencintaimu dan selalu memberimu kebebasan . Tapi esok? Tak ada yg menjamin aku masih bisa berdiri disampingmu dan mengurus segala keperluanmu lagi (seperti saat perpisahan kita ini) . .
Cukup aku pria terakhir yg selalu kau biarkan air matanya menetes .
Cukup aku pria terakhir yg selalu kau biarkan menahan rindu yg begitu luar biasa terhadapmu .
Aku sudah melihat penggantiku , dia kah orangnya ? Diakah yg lebih baik dari aku ? Diakah yg bisa selalu membuatmu tersenyum? Diakah yg bisa menjadi imam mu kelak? Aku berharap hati dan caranya mengurusmu setampan parasnya sayang .
Sekalipun aku begitu membenci kamu dan perpisahan ini , tapi aku sama sekali tidak menginginkan kamu sedih , kecewa bahkan terluka karenanya . .
Sampaikan padanya bahwa aku adalah orang pertama yg akan terluka jika dia menyakitimu .
Aku begitu mencintaimu sayang, maka dari itu aku tdk menginginkan siapapun mengusik kebahagiaanmu sekalipun itu "diriku" sendiri .
Kepergianku adalah bahagiamu bukan? Aku pergi bukan karena aku sudah tidak lagi menyayangimu, aku pergi karena aku sudah merasa tidak sanggup untuk mengurusmu .
Aku terlalu lelah dengan semua yg kamu lakukan, aku sudah tidak bisa lagi bersabar menunggu, menunggu waktu dimana kamu sudah berubah menjadi yg lebih baik .
Bukan itu perkaranya sayang , cari dan sayangilah pria yg begitu mencintaimu . Yg bisa mengurusmu jauh lebih baik dari aku . Yg bisa menuntunmu menjadi wanita yg hebat . wanita yg bisa dibanggakan bukan hanya dari kecantikannya saja . wanita yg mampu membuat pria nya selalu merasa nyaman dan tersenyum tanpa setetespun air matanya jatuh karenamu .
Terlalu munafik kalau aku bilang saat ini aku baik-baik saja . Aku hancur , aku sedih bahkan aku sempat menyesal dengan keputusan yg aku buat ini .
Tapi . . Semua sirna , semua hilang ketika aku melihat bahwa kamu sangat bahagia saat aku sudah tidak lagi ada dihidupmu . Ya mungkin inilah yg terbaik, ini yg memang harus kita jalani ketika kita sudah tidak bisa menyatukan prinsip kita lagi .
Aku begitu mencintaimu , sampai ketika kita sudah berpisah seperti ini aku tetap mengkhawatirkanmu . Siapa yg sekarang memaksamu untuk pulang kerja tepat waktu? Siapa yg mengingatkanmu untuk melalukan kewajibanmu sebagai seorang muslim? Siapa yg memarahimu ketika kamu bermain hingga pagi dan menyalahkan aturan tidur yg semestinya? Siapa yg tak sungkan untuk membersihkan kotoran" ditelingamu? siapa yg akan menguatkanmu ketika masalah- masalahmu mulai membuatmu menyerah ? Siapa yg bisa menyemangatimu kembali ketika keadaan sedang tidak baik ? Aku percaya bahwa pria itu bisa melakukan yg lebih baik dari aku . Lebih membuatmu merasa nyaman karena mungkin ia tidak seribet dan secerewet aku dalam mengurusmu :p
Terimakasih untuk semua waktu dan kasih sayangmu selama bersama aku . Aku butuh banyak waktu untuk mengubur semua kenangan dan mimpi-mimpi kita.
Selamat tinggal wanita hebatku, selamat membuka kisah baru tanpa adanya aku dihidupmu lagi . .
I Love You more "Silvia Solihah"
With Love "May"
Langganan:
Komentar (Atom)