Minggu, 09 Oktober 2016

Hay Masa Lalu !

Hai masa lalu..
Bagaimana kabarmu?
Aku harap kamu baik-baik saja seperti dulu saat aku selalu menangisimu kau nampak begitu senang.
Aku dengar kau mengharapkanku menangisimu lagi !?
Aku tersenyum mendengar keinginanmu itu, karna itu takan pernah aku lakukan lagi.

Hai masa lalu..
Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui..

Karenamu aku meneteskan air mata, padahal aku ingin tersenyum..
Karenamu aku banyak sia-siakan waktu hanya untuk hal yang tidak berguna, padahal jika tidak aku sia-siakan, waktu akan sangat berpengaruh untuk kesuksesan hidupku..
Karenamu aku tidak merasakan keindahan dunia disekelilingku, padahal jika aku nikmati, alam ini memang begitu indah..
Karenamu saat aku sendiri selalu diiringi rasa gelisah, padahal ketika aku sendiri seharusnya aku gunakan untuk berkarya dalam bidang yang aku sukai..

Tapi ada beberapa hal juga yang harus kamu ketahui..

Karenamu aku dapat memetik pelajaran yang berharga dalam hidupku, walaupun awalnya aku hanya dapat memetik kesedihan darimu..
Karenamu aku bisa bangkit, walaupun awalnya aku merasa terjatuh..
Karenamu aku dapat tersenyum, walaupun awalnya aku menangis..
Dan Karenamu aku bisa lebih hati-hati dalam menginjakkan langkah jalan hidupku, walaupun awalnya aku terperosok pada suatu lubang kesalahan...

Hai masa lalu..
Aku terlalu kuat untuk kau hancurkan..

Kau salah memilih orang jika kau mengharapkan aku selalu bersedih karenamu.
Lihatlah aku sekarang, aku lebih berani, lebih damai, lebih menikmati hidup ini..
Carilah orang lain yang bisa kau lumpuhkan..

Hai masa lalu..
Sebaiknya kita bersahabat saja..

Karena “Bersahabat dengan masa lalu” lebih enak didengar daripada “Bermusuhan dengan masa lalu”.

Hay Mawar Merahku !

Aku cuma seonggok kayu bakar..
yang telah kau pungut dari pelosok belantara tak bertuan Kucoba tuk menghidupkan api yang kau pinta tuk menghangatkan hatimu yang terbungkus salju..

Aku tak lebih hanya sehelai daun..
yang tiba-tiba jatuh dipekarangan rumahmu kemudian kau selipkan ditelinga hatimu..

Aku tak mampu menjadi sumbu..
yang dapat menghangatkan jiwamu dengan sempurna..

Aku pun tak sanggup menjelma menjadi tanaman hias..
yang senantiasa bisa menghibur hatimu dikala sendu..

Aku hanya ingin mencari kesederhanaan..
sebuah perasaan yang bisa kuabadikan dan kubawa sampai mati.

Karena aku ini cuma rumput liar yang tumbuh tak terawat ditepi jalan sempit..
Meski begitu, aku tetap berusaha untuk mematangkan hatiku laksana api kayu bakar tuk dapat memangku hatimu dipangkuanku..

Aku pun berusaha tuk tumbuh menjadi tunas baru nan syahdu..
bak dedaunan dimusim semi yang setiap pagi kau sirami..

Namun bila semua itu tak mampu membalikkan matahari yang kau punya..
maka maafkan daku duhai mawar merahku bila aku tak seperti yang kau minta..

Karena Aku...

Adalah Aku...

Hay SS !

Saat aku sudah tidak berharap, apa mungkin engkau bisa membangun kembali harapan yg sudah terlanjur kau kecewakan itu?

Saat aku sudah tidak percaya, apa mungkin engkau bisa membangun kembali kepercayaan yg sudah terlanjur kau kecewakan itu?

Saat aku sudah tidak yakin, apa mungkin engkau bisa membangun kembali keyakinan hubungan ini yg sudah terlanjur kau kecewakan dan kau hancurleburkan itu?

Saat aku merasa sudah tidak membutuhkanmu lagi, apa mungkin kau bisa ada (kembali) saat aku membutuhkanmu, karena sebelumnya kau sudah menghancurkan harapanku terhadapmu ~ Saat aku sudah tidak bisa mengimbangimu, apa mungkin kau akan menyeimbangkan hatiku seperti dulu padamu?

Saat aku sudah tidak mengertimu lagi, apa mungkin aku bisa membuatmu mengerti kembali, karena kaupun akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu, mengabaikan pengertianku ~ Setidaknya kamu harus sadar bahwa membuat kekecewaan itu lebih mudah daripada menghilangkannya.

Kekecewaan bukan untuk diingat terus-menerus, melainkan akan terus teringat begitu saja, karena kekecewaan adalah perpaduan antara pikiran dan hati.

Bisakah kau ajari aku untuk menghilangkan rasa kecewa yg telah kau perbuat?
Bisakah kau bantu aku untuk melupakan kekecewaan yg selalu aku ingat?
Mungkin aku masih sangat membutuhkanmu karena kamu adalah obat dari kekecewaanku ini..

Thankyou for loving me..
Yesterday, today and everyday! Even for tomorrow , I would know I'm gonna miss u more and more each day and night I Love You SS

Hay Kamu !

Ya Allah..

Berikanlah kesehatan untuknya..

Aku tahu, dia tak pernah menginginkanku..
Dia tak pernah peduli kepadaku..
Tapi aku begitu peduli dengannya..
Peluk dia dalam kesehatan ya Robb…
Biarkan dia berada dalam jalan kebaikan..
Jika senyumnya mampu mengurai sejuta resahku..
Kembalikan senyum indah itu untuknya…

Aku tak tau..
Cinta ini begitu kuat..
Cinta ini seperti mengikat..
Aku bahkan merasakan apa yang ia rasakan..

Ya Allah..

Hanya engkau yang mengetahui segala hal Ghaib..
Jika ia memang jodohku..
dekatkanlah dia denganku..
atas dasar kebaikan, untuk kebaikan dan dalam kebaikan..

Kabulkanlah Doaku ya Rabb Tuhan yang maha mambolak-balikkan hati..
Cinta ini hanya sebagai penghias hidup..
Dan dia.. adalah senyum terakhir untuk saat ini..

Hay Rindu !

Bukankah kalau benar rindu kau akan datang padaku ?
Maka aku diam ditempat ini menunggumu datang.

Membawaku pergi dari sendiri karena aku sedang tak punya daya untuk kemana- mana.
Aku butuh kamu untuk menghadapi kenyataan yang tak begitu baik.

Bukankah kalau benar rindu kau akan mencariku ?
Maka aku diam ditempat ini menunggu kamu temukan.

Aku sengaja tak bilang aku dimana, karena kamupun tak pernah bertanya.
Aku tahu, ini bukan berarti kamu tak menyayangiku lagi justru kau..

Kau sedang semakin menyayangiku..
Kau begitu takut kehilangan dirimu sendiri karena terlalu menyayangiku..

Aku tak apa, aku mengerti Cintaku,
mereka tak akan mengikatmu Cintaku,
mereka mau kau bebas dengan caramu Cintaku,
mereka terlalu percaya..

Terlalu percaya bahwa kau baik
Dan aku tak mengapa, aku mengerti karena cintaku, 
mereka setia walau diam ,
mereka tetap hanya memikirkan kebahagiaanmu saja..

Pulanglah, temukan aku..

Bila kau telah ingin aku ditempat ini, diam..
Menunggu mu datang..
Karena rinduku, mereka pun setia..

Setia menunggumu pulang kepelukannya..

Hay Panda !

Panggil lah aku gila..
karena pernah begitu menyayangimu.
Tapi sungguh, aku bahkan pernah menyayangimu tanpa perlu melihatmu begini dan begitu.

Panggil lah aku gila..
karena pernah begitu merindukanmu.
Tapi sungguh, aku bahkan pernah merindukanmu tanpa perlu berusaha begini dan begitu.

Rindu begitu saja..
Sayang begitu saja..

Mungkin aku memang sudah gila.
Kegilaan yang, membuatku lebih menyukai hidupku sendiri.

Karena apa? Karena ada kamu di dalamnya.
Karena kamu duduk di sudut hati yang biasanya sunyi.
Karena kamu terjaga di peluk rasa yang biasanya terlupa..

Ya, karena ada kamu.. 
 Hidupku terasa lebih berwarna..

Warna kesukaanmu, bahkan bisa menjadi warna kesukaanku tanpa alasan.
Mimpi-mimpimu, bahkan bisa masuk ke dalam doaku tanpa kurencanakan.

Suka begitu saja..
Mendoakanmu begitu saja..

Tapi panggil lah aku gila..
karena pernah begitu membencimu..
Tapi sungguh, aku bahkan pernah memaafkanmu tanpa perlu alasan ini dan itu.

Tapi panggil lah aku gila..
karena pernah begitu melukaimu..
Tapi sungguh, aku bahkan pernah menangisimu tanpa perlu menyesali ini dan itu.

Maka panggil lah kita gila..
Karena bahkan kini bisa bersikap seperti dua orang yang tak pernah saling menyapa..

Tak pernah saling bercerita..
Tak pernah saling berjanji..
Tak pernah Saling ada..

*Panda

Hay Mantan !

Untuk kamu, Yang sempat hadir.

Apa kabar ?
Sudah lama kita tak jumpa.
Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak.
Aku maklumi itu semua.
Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak.
Untuk apa...
Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu.
Tak pernahkah kau merasakannya juga? Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Percayalah...
Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai.
Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan.
Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Maaf aku sempat membuatmu muak dengan sikapku dulu.
Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah.
Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya.
Perjalanan kita amat sangat lucu. Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya.
Aku sedang tersenyum, percayalah.
Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.
Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin?
Haha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak"an lagi.
Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis.
Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

Untuk kamu, yang sempat hadir
Aku merasa cukup. Dan aku pergi...